Siang ini, saya dibuat terheran-heran dengan cowok kantoran yang bekerja di gedung-gedung yang kokoh berdiri di sepanjang jalan Sudirman. Hari ini saya memang meluangkan waktu untuk makan siang di warung tegal langganan saya yang ada di belakang gedung kantor. Biasanya saya memang malas ke luar gedung dan lebih memilih makan di kantin gedung basement parkiran kantor. Lebih tepat lagi saya sengaja datang ke warteg tersebut untuk melengkapi hasrat lidah saya yang ingin menyantap cumi bumbu kuning favorit. Ternyata sampai disana, mereka sedang tidak memasak menu tersebut.
Yang saya temui justru pria-pria metroseksual gaya perlente. Badan pendek bogel, yang tinggi badannya bahkan tak lebih tinggi dibanding saya yang hanya 165cm. Ditambah wajah penuh jambang atau lebih dikenal wajah penuh godeg menghiasi wajah bagian samping. Apalagi kemeja corak warna-warni hitam merah disetrika klimis masih lengkap menggunakan dasi dengan parfum yang kata orang adalah aroma maskulin. Duuuh, gaya sok keren ngisep sambil Djarum Black dan kaki pake sepatu pantopel gaya aladin yang disemir kilap kok makannya di warteg?
Itu baru sedikit dari penampilan yang ingin saya kritik. Lebih menggelitik lagi, bila saya bertemu dengan pria-pria yang katanya eksekutif muda. Mungkin karena title-nya eksekutif muda kali yaa, makanya style-nya juga ikut-ikutan gaya anak muda. Pernah lihat pria kantoran yang pakai celana pensil cowok yang biasa dipakai Pasha Ungu waktu manggung? Itu lho, celana yang biasa dipadukan dengan kemeja dan sabuk berkepala besar dan kalau diajak jalan celananya hampir mlorot sampai yang terlihat atasannya cuma boxer? Ya seperti itu gaya eksekutif muda jaman sekarang. Aneh.
Celana sudah bukan lagi celana bahan, kemeja pun tak lagi memakai kemeja berwarna kalem. Yang dipakai justru kemeja warna-warni kesukaan mereka sendiri. Apalagi jika dilengkapi dengan sepatu pantofel aladin dan tangan dipakaikan gelang karet warna-warni. Belum lagi gaya rambutmohawk yang kilap dipoles minyak rambut, pinggirnya di atas kuping juga tak lupa di kerok.Aduuuh, macam kepala yang sedang masuk angin saja.
Yang saya herankan lagi, apa mereka yang berpenampilan demikian tidak risih ketika bertemu dengan klien? Paling tidak rekan HRD lah, masa sih tidak ada yang menegur penampilan mereka? Hak setiap orang memang untuk berpenampilan. Tapi bukankah lebih baik lagi bila dalam berpenampilan disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat bekerja. Jika bekerja di tempat fashion mungkin wajar, tetapi akan jadi aneh rasanya bila sebagai pegawai kantoran berpenampilan demikian. Kembali ke masing-masing individu-nya mungkin. Tapi bagi saya yang memang anti cowok begitu, metroseksual pake sepatu aladin Is Big NO! Haduuh, jijay koboy kucay marucay capcay somay deh…

1 komentar:
haiii ! ! ! ! . . .
salam kenal yah, blognya bagus, boleh minta YM gk ? ? ?
YM saya magazineforum
Poskan Komentar